Rabu, 26 September 2012

Kanibal Kampas Kopling & Rantai

GUIDE KANIBAL KAMPAS KOPLING & RANTAI
Kampas kopling dan rantai, sama-sama menjadi media transfer power mesin ke roda. Kalau kampas kopling dari dalam, sementara rantai dari luar. Seiring dengan pesatnya perkembangan roda dua di tanah air, kadang memancing nafsu untuk bereksperimen untuk kanibal dengan milik motor lain dengan tujuan meningkatkan performa maupun mengejar harga yang lebih ramah di kantong tapi kualitas tetap terjaga untuk perangkat ini.

1. KAMPAS KOPLING
Ambil dari yang mempunyai CC lebih Besar
Metode kanibalan kampas kopling sampai saat ini diaplikasi hanya berdasarkan asas ‘asal tak merugikan’. Pertimbangan utama nya cuman sebatas dimensi saja, asal cocok maka boleh diaplikasi. Selebihnya banyak konsumen yang tak mengetahui dari manfaat kanibalan kampas kopling. 


Prinsip kanibalan kampas kopling yang benar adalah, mencomot kampas kopling milik motor yang memiliki nilai kapasitas mesin lebih besar. Sebab, nilai gesekan pad kopling pada motor yang memiliki kapasitas mesin lebih besar, sudah diperhitungkan dengan beban putaran mesin. 

Sehingga saat, diaplikasi di motor yang memiliki cc lebih kecil pastinya lebih responsif. Kompensasinya, koefisien gesek yang masih dimiliki oleh kampas kopling standar akan berubah menjadi friksi yang lebih kuat dekapannya. 

Dengan begitu, kenyamanan jadi dikorbankan dan lebih mengutamakan performa mesin. Sebab, akselerasi berubah kian responsif, efek berkurangnya problem selip kopling. Berikut data jenis kampas kopling yang sama dengan motor yang akan mengaplikasi nya. 

Tiger -> Revo, Mega Pro, GL Series, GL-Max Neotech, GL-Pro Neo Tech, Grand, Supra-X, Supra-X 125, Karisma, MX-135 LC, Touch, CBR-150
RX-Z -> RZ-R, RX-King, Yamaha L2 Super 
Jupiter : Jupiter-Z, Crypton, Vega, F1Z-R
New Jupiter-Z -> Vega ZR
RGR-150 -> Satria-R 120, TS-125, Thuder 125, Shogun 125, Satria-F, Axelo 
Blade -> Absolute Revo
KLX 150 -> D-Tracker 150 

Perhatikan 2 Tak Atau 4 Tak Serta Tipikal Mesin
Dan sesuai fakta di lapangan, selain disarankan untuk mengaplikasi kampas kopling motor yang memiliki kapasitas mesin lebih besar, faktor jenis 2 tak atau 4 tak juga berpengaruh. 

Kampas kopling 2 tak, friksinya lebih bagus. Sebab, bahan pad disesuaikan dengan siklus kerja 2 tak yang lebih singkat dibanding 4 tak. Maka, disini dibenarkan dan berdampak positif ketika kampas kopling F1Z-R dikanibal buat Jupiter-Z dan Vega atau kampas kopling Grand memakai milik Tiger. 

Bagaimana dengan varian sport 2 tak yang sama-sama di cc 135 cc, antara RZ-R, RX-Z dan RX-King. Maka pertimbangan bisa diambil berdasar tipikal mesinnya, kalau RX-Z dan RZ-R square (56 mm x 54 mm) dan RX-King over square (58 mm x 50 mm). Jadi RX-Z dan RZ-R memakai kampas kopling RX-King jadi lebih tahan daya friksinya sehingga lebih responsif. 

Sementara, untuk motor keluaran Kawasaki, secara keseluruhan berbeda di setiap variannya. Terutama pada varian bebek, antara ZX-130, Blitz, Kaze dan Athlete, semuanya memiliki kampas kopling yang berbeda. 

Terkecuali D-Tracker dan KLX-150 yang dibedakan ukuran roda depan belakang saja, tapi mesin termasuk kampas kopling sama. Dan untuk Ninja 150 series memiliki persamaan, sejak produk pertama tahun ‘03 hingga sekarang. 

Produk motor keluaran terbaru, mulai digalakkan perangkat kopling dengan sistem mekanis diafragma. Jumlah kampas kopling jadi lebih minim. Untuk sementara, belum ada yang bermain kanibalan, lantaran diameter luar lebih kecil. 

Peluang untuk meningkatkan performa kopling jenis ini, masih sebatas memasang dobel pegas matahari, untuk memperkuat dekapan kampas kopling dan plat kopling. 

2. RANTAI
Perhatian Profil, Ukuran & Jenis Suspensi
Fungsinya di motor cukup vital, sebagai media transfer putaran mesin lewat gir depan dan gir belakang. Setiap mekanis rantai memikul beban tarik, yang dihasilkan oleh bobot motor, pengendara, boncenger serta beban yang dibawa. 

Dengan demikian rantai oleh produsennya dibedakan, berdasar kapasitas mesin motor. Dengan pengertian, makin besar kapasitas mesin motor yang mengaplikasi, maka makin besar pula profil rantai yang diaplikasi. 

Hal itu juga berdasar dari efesiensi tata letak komponen mesin di ruang mesin. Sebab, ketika profil rantai cuman bertahan ukuran 420, bisa dibayangkan ketemu berapa perbandingan gigi primer dan skunder atau perbandingan gigi rasio. Pasti lebih banyak dan tentu makan tempat. 

Untuk saat ini, jenis rantai yang beredar di pasaran ada profil 420, 428, 428H, 428 SH, 520, 520 V . Kalau profil angka menunjukkan dimensi dan ukuran rantai, artinya angka profil kecil menunjukkan rantainya kecil dan sebaliknya. 

Arti dari ukuran profil rantai bisa dijabarkan demikian. Misalkan profil 520, 5 artinya jarak antara pin rantai dan 20 artinya jarak sisi dalam rantai. Dan profil rantai selalu mempengaruhi ketebalan plat, detail nya berikut ini ; 

Menentukan Penyimpangan
Dan untuk indikasi serta menentukan penyimpangan yang dialami oleh rantai, dapat dibedakan menggunakan metode titik rawan yang berpeluang aus. Di rantai ada 3 bagian, kalau dibedakan : 
A : Diameter bushing roller
B : Jarak antara tepi bushing roller 
C : Jarak sisi dalam antara plat

Sesuai hasil pengukuran manual pakai jangka sorong, masing-masing profil rantai dihasilkan ukuran detail saat kondisi baru ;

420
A : 78 mm
B : 4,8 mm 
C : 6,2 mm

428 
A : 85 mm 
B : 4,2 mm
C : 7,8 mm

520
A : 10 mm 
B : 5,8 mm
C : 7 mm

Bagaimana Rantai Dikatakan Presisi Dengan Gir ?
 Terlepas dari problem lain, maka rantai akan dianggap mengalami penyimpangan, ketika detail ukurannya melebihi hasil pengukuran tersebut. Tapi itu juga kembali lagi ke masalah penyerasian kondisi gir juga. Dimana, kontruksi rantai presisi menarik gir. 

Maka, untuk itu dibutuhkan tegangan ideal jarak main rantai. Agar, ketika suspensi mulai mengayun rantai tak terlalu tegang dan saat berakselerasi rantai tetap melingkar pada bidang gir dengan fleksible. 

Tegangan rantai yang ideal dan jarak main rantai harus dibedakan berdasar suspensi, double sok konvensional atau monosok ?. Pastikan, setiap menyetel tengangan rantai pada motor yang pakai monosok lebih kendor dibanding motor yang memakai sok model konvensional. Untuk itu, biasakan setiap menyetel tegangan rantai langsung tes dengan kondisi boncengan kondisi berhenti.



Arti Di Belakang Kode Rantai

Ada lagi yang lebih menarik, yakni membedah arti di belakang angka profil rantai, macam H, SH dan V. Kalau H bahan plat tebal, SH Super High plat lebih tebal dan bahan lebih liat, kalau V berciri khas dilengkapi sil dan kekuatan sama dengan rantai jenis H. 

Profil Rantai Nggak Sebanding Dengan Kapasitas Mesin
Di era perkembangan roda dua yang pesat ini, justru ada beberapa profil rantai dan jenis motor yang nggak matching dan kurang konsumtif. Artinya, kekuatan rantai tak sebanding dengan kapasitas mesin motor yang mengaplikasi. Dalam konteks ini, mekanik bengkel resmi pun menyarankan untuk memakai rantai yang sifatnya lebih kuat dan profil lebih besar. Untuk memudahkan jenis profil rantai yang akan diaplikasi, ada baiknya meninjau ulang basis profil rantai setiap motor, baik, bebek, bebek jantan dan sport. 

Dari data ini, bisa disimpulkan atau paling tidak menentukan alternatif pemakaian rantai yang lebih kuat. Terutama pada bebek, yang memiliki kecenderungan kapasitas mesin besar memakai profil rantai lebih kecil. 

Untuk bebek jantan, paling strategis meminang rantai Satria-F. Dan Sport yang tetap bertahan di profil rantai, pasti lebih sip ketika mengaplikasi rantai Scorpio. Sedang pemakai profil rantai 520, rata-rata kekuatannya seimbang. Sebab, profil rantai ketika dipadukan kapasitas mesin seimbang.

Aturan main mengenai panjang rantai, juga mesti dibedakan antara motor yang menggunakan double sok konvensional dan monosok. Sebab, motor bermonosok rantainya selalu lebih panjang, untuk mengimbangi travel monosok. Maka, diharamkan ketika motor yang ber-monosok, mengaplikasi rantai motor ber-sok konvensional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar